Saturday, October 22, 2011

Saat Seorang Muslimah Terluka

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia akan menghapus air matanya dengan imannya. 

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya. 



Ketika hati seorang muslimah terluka, hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya. 

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya. 



Ketika hati seorang muslimah terluka, matanya basah oleh lembutnya hatinya. 

Ketika hati seorang muslimah terluka, dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, akal dan hatinya hadir untuk menanti kesedarannya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya. 



Ketika hati seorang muslimah terluka, tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna. 

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia gunakan kesedarannya untuk menjaga perasaan orang sekitarnya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, dia tetap meneruskan liku-liku hidupnya. 



Ketika hati seorang muslimah terluka, kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar. 


Ketika hati seorang muslimah terluka, ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH.




Ya Allah, kuatkan lah hatiku.....luaran nampak kuat, namun hati ni serapuh-rapuhnya.....tolonglah hambaMu ini Ya Allah....rasa tidak terdaya lagi.................


0 Your opinion:

Introduction